Leaflet_2016.1_

Perkembangan Batik Indonesia memuncak pada tanggal 2 Oktober 2009, yakni United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan Batik Indonesia sebagai sebuah keseluruhan teknik, teknologi, pengembangan motif dan budaya yang terkait dengan batik tersebut sebagai karya agung warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi (Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity) yaitu pengakuan Internasional bahwa Batik Indonesia adalah bagian kekayaan peradaban manusia.

Menurut SNI 0239:2014, Batik – Pengertian dan Istilah

Batik adalah kerajinan tangan sebagai hasil pewarnaan secara perintangan menggunakan malam (lilin batik) panas sebagai perintang warna dengan alat utama pelekat lilin batik berupa canting tulis dan atau canting cap untuk membentuk motif tertentu yang memiliki makna.

Batik Tulis adalah batik yang dibuat dengan menggunakan alat utama canting tulis sebagai alat melekatkanmalam.

Ciri – ciri Batik Tulis

No

Parameter Amatan

Ciri

1

Bau

Bau malam

2

Proses dan ciri fisik

a)      Motif pada kain dapat berulang dan atau tidak berulang

 

 

b)      Goresan bekas malam tidak selalu tepat sama pada setiap garis klowong, ulangan motif dan sambungan motif

 

 

c)       Terdapat rembesan warna yang disebabkan tipisnya goresan malam, ketidakteraturan pecahan tapak malam dan pada tepi tapak malam

 

 

d)      Tapak malam pada bagian terusan tidak tepat sama

 

 

e)      Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen pada suatu bidang motif tidak sama

 

 

f)       Hasil proses remukan selalu diperoleh pecahan yang tidak teratur

 

 

g)      Hasil tembokan diperoleh pecahan tidak teratur

 

Batik Cap adalah batik yang dibuat dengan menggunakan alat utama canting cap sebagai alat melekatkanmalam.

Ciri – ciri Batik Cap

No

Parameter Amatan

Ciri

1

Bau

Bau malam

2

Poses dan ciri fisik

a)      Raport berulang secara sama dan atau ada pergeseran pada tiap pengulangannya

 

b)      Terdapat rembesan warna yang disebabkan ketidakteraturan pecahan malam dan pada tepi tapak malam

 

c)       Tapak malam pada bagian terusan tidak selalu tepat sama

 

d)      Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen pada suatu bidang motif sama

 

e)      Hasil proses remukan selalu diperoleh pecahan yang tidak teratur

 

f)       Hasil tembokan diperoleh pecahan tidak teratur

 

g)      Terdapat tapak penanda teken dengan atau tanpa penitis

 

Batik Kombinasi adalah batik yang dibuat dengan menggunakan alat utama canting cap dan canting tulis.

Ciri-ciri Batik Kombinasi

No

Parameter amatan

Ciri

1

Bau

Bau malam

2

Proses dan ciri fisik

a)      Motif pada kain dapat berulang dan atau tidak berulang

 

 

b)      Raport berulang secara sama dan atau ada pergeseran pada tiap pengulangannya

 

 

c)       Goresan bekas malam tidak selalu tepat sama pada setiap garis klowong pembentuk motif dan atau isen, ulangan motif dan sambungan motif

 

 

d)      Terdapat rembesan warna yang disebabkan ketidakteraturan pecahan malam dan pada tepi tapak malam

 

 

e)      Tapak malam pada bagian terusan tidak selalu tepat sama

 

 

f)       Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen tulis pada suatu bidang motif tidak sama

 

 

g)      Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen cap pada suatu bidang motif sama

 

 

h)      Hasil proses remukan selalu diperoleh pecahan yang tidak teratur

 

 

i)        Hasil tembokan tidak selalu diperoleh pecahan tidak teratur

 

 

j)        Terdapat tapak penanda teken dengan atau tanpa penitis

 

Adanya perkembangan skala industri batik diimbangi dengan kemajuan teknologi, mengakibatkan terjadinya modifikasi proses pembuatan batik, baik pada bahan baku maupun peralatan yang digunakan. Banyak produsen yang meninggalkan metode tradisional untuk memperbesar kapasitas produksi dan mengurangi waktu pembuatan batik. Imbas dari perkembangan teknologi tersebut adalah munculnya produkyang menyerupai batik asli. Produk yang menyerupai batik tersebut diketahui diproses dengan beberapa teknik cetak yang didesain sedemikian rupa sehingga produk yang dihasilkan memiliki perbedaan yang tipis dengan batik.

Menurut STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) 8184:2015

“Tiruan Batik dan Paduan Tiruan Batik dengan BatikPengertian dan Istilah”

Tiruan Batik

produkmanual, semimasinal dan atau masinal yang dibuat menggunakan alat utama screen-rakel dan atau alat lain untuk melekatkan pewarna, bahan kimia cabut warna, dan atau malam dingin serta paduannya untuk membentuk motif

Tiruan batik print warna

tiruan batik yang dibuat menggunakan alat utama screen-rakel dan atau alat lain untuk melekatkan pewarna membentuk motif

Tiruan batik print cabut warna

tiruan batik yang dibuat menggunakan alat utama screen-rakel dan atau alat lain untuk melekatkan bahan kimia cabut warna untuk membentuk motif

Tiruan batik print malam dingin

tiruan batik yang dibuat menggunakan alat utama screen-rakel dan atau alat lain untuk melekatkan malam dingin sebagai perintang warna untuk membentuk motif

Tiruan batik paduan print warna dengan print cabut warna

tiruan batik yang dibuat dengan menggunakan alat utama screen-rakel dan atau alat lain untuk melekatkan pewarna dipadu dengan bahan kimia cabut warna untuk membentuk motif

Paduan tiruan batik dengan batik

produk tiruan batik yang dipadu dengan batik tulis dan atau batik cap

Paduan tiruan batik print warna dengan batik tulis

produk tiruan batik print warna yang dipadu dengan batik tulis

Paduan tiruan batik print warna dengan batik cap

produk tiruan batik print warna yang dipadu dengan batik cap

Paduan tiruan batik print warna dengan batik kombinasi

produk tiruan batik print warna yang dipadu dengan batik kombinasi

Paduan print cabut warna dengan batik tulis

produk tiruan batik print cabut warna yang dipadu dengan batik tulis

Paduan print cabut warna dengan batik cap

produk tiruan batik print cabut warna yang dipadu dengan batik cap

Paduan print cabut warna dengan batik kombinasi

produk tiruan batik print cabut warna yang dipadu dengan batik kombinasi

paduan print malam dingin dengan batik tulis

produk tiruan batik print malam dingin yang dipadu dengan batik tulis

Paduan print malam dingin dengan batik cap

produktiruanbatikprintmalamdinginyangdipadudenganbatikcap

Paduan print malam dingin dengan batik kombinasi

produktiruanbatikprintmalamdinginyangdipadudenganbatikkombinasi

 Ciri – ciri Tiruan batik dan Paduan Tiruan Batik

No

Klasifikasi

Parameter Amatan

1

Paduan print warna dengan batik tulis

  • Bau khas malam
  • Motif pada kain dapat berulang dan atau tidak berulang
  • Goresan bekas malam tidak selalu tepat sama pada setiap garis klowong, ulangan motif dan sambungan motif
  • Terdapat rembesan warna yang disebabkan tipisnya goresan malam, ketidakteraturan pecahan malam dan pada tepi malam
  • Tapak malam pada bagian terusan tidak tepat sama
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen pada suatu bidang motif tidak sama
  • Hasil proses remukan selalu diperoleh pecahan yang tidak teratur
  • Hasil tembokan diperoleh pecahan tidak teratur
  • Tidak terdapat efek pecahan malam pada garis motif yang dilakukan dengan proses print warna
  • Raport print berulang secara sama dan atau tidak berulang, dengan adanya pergeseran dan atau penumpukan pada tiap perulangannya
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk ornamen pengisi pada suatu bidang motif print warna dalam satu raport ada kemungkinan untuk tampak sama dan atau tidak sama
  • Warna tampak muka dan belakang hasil print warna tidak sama
  • Pada pinggiran kain dengan print warna, arah lusi warna tampak muka dan belakang tidak sama

 

2

Paduan print warna dengan batik cap

  • Bau malam
  • Raport berulang secara sama dan atau ada pergeseran pada tiap perulangan canting cap
  • Terdapat rembesan warna yang disebabkan ketidakteraturan pecahan malam dan pada tepi malam
  • Tapak malam pada bagian terusan tidak tepat sama
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen pada suatu bidang motif yang dikerjakan dengan canting cap sama
  • Hasil proses remukan selalu diperoleh pecahan yang tidak teratur
  • Hasil tembokan diperoleh pecahan tidak teratur
  • Terdapat tapak penanda teken dengan atau tanpa penitis
  • Tidak terdapat efek pecahan malam pada garis motif yang dilakukan dengan proses print warna
  • Raport print berulang secara sama dan atau tidak berulang, dengan adanya pergeseran dan atau penumpukan pada tiap perulangannya
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk ornamen pengisi pada suatu bidang motif print warna dalam satu raport ada kemungkinan untuk tampak sama dan atau tidak sama
  • Warna tampak muka dan belakang hasil print warna tidak sama
  • Pada pinggiran kain dengan proses print warna, arah lusi warna tampak muka dan belakang tidak sama

 

3

Paduan print warna dengan batik kombinasi

  • Bau khas malam
  • Motif pada kain dapat berulang dan atau tidak berulang1
  • Raport berulang secara sama dan atau ada pergeseran pada tiap perulangannya
  • Goresan bekas malam tidak selalu tepat sama pada setiap garis klowong pembentuk motif dan atau isen, ulangan motif dan sambungan motif1
  • Terdapat rembesan warna yang disebabkan ketidakteraturan pecahan malam dan pada tepi malam1,2
  • Tapak malam pada bagian terusan tidak tepat sama1,2
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen pada suatu bidang motif tidak sama1
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen pada suatu bidang motif sama2 
  • Hasil remukan diperoleh pecahan tidak teratur1,2,3
  • Hasil tembokan tidak selalu diperoleh pecahan tidak teratur1,2
  • Terdapat tapak penanda teken dengan atau tanpa penitis
  • Tidak terdapat efek pecahan malam pada garis motif yang dikerjakan dengan proses print warna
  • Raport print berulang secara sama dan atau tidak berulang, dengan adanya pergeseran dan atau penumpukan pada tiap perulangannya
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk ornamen pengisi pada suatu bidang motif print warna dalam satu raport ada kemungkinan untuk tampak sama dan atau tidak sama
  • Warna tampak muka dan belakang hasil print warna tidak sama
  • Pada pinggiran kain yang dikerjakan dengan proses print warna, arah lusi warna tampak muka dan belakang tidak sama

 

4

Paduan print cabut warna dengan batik tulis

  • Bau khas malam
  • Motif pada kain dapat berulang dan atau tidak berulang
  • Goresan bekas malam tidak selalu tepat sama pada setiap garis klowong, ulangan motif dan sambungan motif
  • Terdapat rembesan warna yang disebabkan tipisnya goresan malam, ketidakteraturan pecahan malam dan pada tepi malam
  • Tapak malam pada bagian terusan tidak tepat sama
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen pada suatu bidang motif tidak sama
  • Hasil proses remukan selalu diperoleh pecahan yang tidak teratur
  • Hasil tembokan diperoleh pecahan tidak teratur
  • Ukuran garis motif dan ornamen tampak muka dan belakang yang dikerjakan dengan proses cabut warna tidak sama
  • Tidak terdapat efek pecahan malam pada garis motif yang dikerjakan dengan proses cabut warna
  • Raport print berulang secara sama dan atau tidak berulang, dengan adanya pergeseran dan atau penumpukan pada tiap perulangannya
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk ornamen pengisi pada suatu bidang motif print cabut warna dalam satu raport ada kemungkinan untuk tampak sama dan atau tidak sama
  • Pencabutan warna dilakukan untuk membentuk kerangka motif dan atau ornamen
  • Ada kesamaan warna dasar, tampak muka dan belakang yang dikerjakan dengan proses cabut warna.
  • Terdapat batas garis tipis berwarna putih di sekeliling garis motif yang dikerjakan dengan proses cabut warna

 

5

Paduan print cabut warna dengan batik cap

  • Bau khas malam
  • Raport berulang secara sama dan atau ada pergeseran pada tiap perulangannya canting cap
  • Terdapat rembesan warna yang disebabkan ketidakteraturan pecahan malam dan pada tepi malam
  • Tapak malam pada bagian terusan tidak tepat sama
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen pada suatu bidang motif yang dikerjakan dengan canting cap sama
  • Hasil proses remukan selalu diperoleh pecahan yang tidak teratur
  • Hasil tembokan diperoleh pecahan tidak teratur
  • Terdapat tapak penanda teken dengan atau tanpa penitis
  • Ukuran garis motif dan ornamen tampak muka dan belakang yang dikerjakan dengan proses cabut warna tidak sama
  • Tidak terdapat efek pecahan malam pada garis motif yang dikerjakan dengan proses cabut warna
  • Raport print berulang secara sama dan atau tidak berulang, dengan adanya pergeseran dan atau penumpukan pada tiap perulangannya
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk ornamen pengisi pada suatu bidang motif print cabut warna dalam satu raport ada kemungkinan untuk tampak sama dan atau tidak sama
  • Pencabutan warna dilakukan untuk membentuk kerangka motif dan atau ornamen
  • Ada kesamaan warna dasar, tampak muka dan belakang yang dikerjakan dengan proses cabut warna.
  • Terdapat batas garis tipis berwarna putih di sekeliling garis motif yang dikerjakan dengan proses cabut warna

 

6

Paduan print cabut warna dengan batik kombinasi

  • Bau khas malam
  • Motif pada kain dapat berulang dan atau tidak berulang1
  • Raport berulang secara sama dan atau ada pergeseran pada tiap perulangannya
  • Goresan bekas malam tidak selalu tepat sama pada setiap garis klowong pembentuk motif dan atau isen, ulangan motif dan sambungan motif1
  • Terdapat rembesan warna yang disebabkan ketidakteraturan pecahan malam dan pada tepi malam1,2
  • Tapak malam pada bagian terusan tidak tepat sama1,2
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen pada suatu bidang motif tidak sama1
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen pada suatu bidang motif sama2 
  • Hasil remukan diperoleh pecahan tidak teratur1,2,3
  • Hasil tembokan tidak selalu diperoleh pecahan tidak teratur1,2
  • Terdapat tapak penanda teken dengan atau tanpa penitis
  • Ukuran garis motif dan ornamen tampak muka dan belakang yang dikerjakan dengan proses cabut warna tidak sama
  • Tidak terdapat efek pecahan malam pada garis motif yang dikerjakan dengan proses cabut warna
  • Raport print berulang secara sama dan atau tidak berulang, dengan adanya pergeseran dan atau penumpukan pada tiap perulangannya
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk ornamen pengisi pada suatu bidang motif print cabut warna dalam satu raport ada kemungkinan untuk tampak sama dan atau tidak sama
  • Pencabutan warna dilakukan untuk membentuk kerangka motif dan atau ornamen
  • Ada kesamaan warna dasar, tampak muka dan belakang yang dikerjakan dengan proses cabut warna.
  • Terdapat batas garis tipis berwarna putih di sekeliling garis motif yang dikerjakan dengan proses cabut warna

 

 

Paduan print malam dingin dengan batik tulis

  • Bau khas malam
  • Motif pada kain dapat berulang dan atau tidak berulang
  • Goresan bekas malam tidak selalu tepat sama pada setiap garis klowong, ulangan motif dan sambungan motif
  • Terdapat rembesan warna yang disebabkan tipisnya goresan malam, ketidakteraturan pecahan malam dan pada tepi malam
  • Tapak malam pada bagian terusan tidak tepat sama
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen pada suatu bidang motif tidak sama
  • Hasil proses remukan selalu diperoleh pecahan yang tidak teratur
  • Hasil tembokan diperoleh pecahan tidak teratur
  • Pinggir garis motif hasil print malam dingin pada kain tampak bergerigi
  • Warna dasar dan atau motif tampak muka dan belakang tidak sama akibat perintangan yang tidak sempurna
  • Terdapat rembesan warna yang merata pada motif tampak belakang
  • Raport print berulang secara sama dan atau ada pergeseran pada tiap perulangannya
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk ornamen pengisi pada suatu bidang motif print malam dingin dalam satu raport print ada kemungkinan untuk tampak sama dan atau tidak sama

 

 

Paduan print malam dingin dengan batik cap

  • Bau khas malam
  • Raport berulang secara sama dan atau ada pergeseran pada tiap perulangan canting cap
  • Terdapat rembesan warna yang disebabkan ketidakteraturan pecahan malam dan pada tepi malam
  • Tapak malam pada bagian terusan tidak tepat sama
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen pada suatu bidang motif yang dikerjakan dengan canting cap sama
  • Hasil proses remukan selalu diperoleh pecahan yang tidak teratur
  • Hasil tembokan diperoleh pecahan tidak teratur
  • Terdapat tapak penanda teken dengan atau tanpa penitis
  • Pinggir garis motif hasil print malam dingin pada kain tampak bergerigi
  • Warna dasar dan atau motif tampak muka dan belakang tidak sama akibat perintangan yang tidak sempurna
  • Terdapat rembesan warna yang merata pada motif tampak belakang
  • Raport print berulang secara sama dan atau ada pergeseran pada tiap perulangannya
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk ornamen pengisi pada suatu bidang motif print malam dingin dalam satu raport print ada kemungkinan untuk tampak sama dan atau tidak sama

 

 

Paduan print malam dingin dengan batik kombinasi

  • Bau khas malam
  • Motif pada kain dapat berulang dan atau tidak berulang1
  • Raport berulang secara sama dan atau ada pergeseran pada tiap perulangannya
  • Goresan bekas malam tidak selalu tepat sama pada setiap garis klowong pembentuk motif dan atau isen, ulangan motif dan sambungan motif1
  • Terdapat rembesan warna yang disebabkan ketidakteraturan pecahan malam dan pada tepi malam1,2
  • Tapak malam pada bagian terusan tidak tepat sama1,2
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen pada suatu bidang motif tidak sama1
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk isen pada suatu bidang motif sama2 
  • Hasil remukan diperoleh pecahan tidak teratur1,2,3
  • Hasil tembokan tidak selalu diperoleh pecahan tidak teratur1,2
  • Terdapat tapak penanda teken dengan atau tanpa penitis
  • Pinggir garis motif hasil print malam dingin pada kain tampak bergerigi
  • Warna dasar dan atau motif tampak muka dan belakang tidak sama akibat perintangan yang tidak sempurna
  • Terdapat rembesan warna yang merata pada motif tampak belakang
  • Raport print berulang secara sama dan atau ada pergeseran pada tiap perulangannya
  • Jumlah, ukuran, jarak dan bentuk ornamen pengisi pada suatu bidang motif print malam dingin dalam satu raport print ada kemungkinan untuk tampak sama dan atau tidak sama

 

1 berlaku untuk proses batik tulis

2 berlaku untuk proses batik cap

3 berlaku untuk proses remukan

 

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter