Pendahuluan

Lembaga Sertifikasi Produk Balai Besar Kerajinan dan Batik(LSPro Balai Besar Kerajinan dan Batik ) atau lebih dikenal sebagai LSPro TOEGOE berkedudukan di Balai Besar Kerajinan dan Batik Jl. Kusumanegara No. 7 Yogyakarta. LSPro TOEGOE merupakan Lembaga Sertifikasi Produk yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor Akreditasi LSPr-025-IDN yang bertugas melaksanakan sertifikasi produk sesuai dengan standar produk yang diacu dan diakui melalui evaluasi sistem mutu dan penilaian hasil uji.

Kegiatan sertifikasi yang diselenggarakan oleh LSPro BBKB (TOEGOE) bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada konsumen dan produsen agar dapat memperoleh atau menghasilkan produk yang bermutu sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Tanda kesesuaian produk dengan SNI tersebut dapat dicantumkan pada produk atau kemasan yang digunakan. Dengan pemberian tanda SNI tersebut diharapkan dapatmenunjang peningkatan ekspor non migas melalui peningkatan produk yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) melalui pelayanan yang profesional dan memuaskan.

Sesuai dengan ruang lingkup akreditasi, proses sertifikasi produk yang diselenggarakan oleh LSPro BBKB (TOEGOE) menggunakan dua tipe skema sertifikasiyang telah ditetapkan oleh KAN, yaitu Skema Tipe 3 untuk sertifikasi produk perhiasan/perak, alat-alat olahraga, tekstil dan produk tekstil seperti kain batik, tenun dan lain - lainserta Skema Tipe 1B untuk sertifikasi produk mainan anak dan pakaian bayi yang dimana harus diterapkan secara wajib.

Skema Tipe 3 mencakup seleksi, determinasi yang mencakup pengujian produk, evaluasi lapangan yang terkait dengan lini produksi, review dan penetapan keputusan sertifikasi. Skema Tipe 3 ini diikuti dengan survailen yaitu cara pengujian dan evaluasi lapangan kembali yang terkait dengan lini produksi pemohon sertifikasi. Sedangkan Skema Tipe 1B mencakup seleksi, determinasi yang mencakup pengambilan contoh produk, pengujian produk, peninjauan hasil pengujian dan penetapan keputusan sertifikasi

 

Ruang Lingkup

Dalam pelaksanaan sertifikasi produk LSPro BBKB (TOEGOE) memiliki ruang lingkup sertifikasi produk untuk sertifikasi yaitu Skema Tipe 3 dan Skema Tipe 1B.

SERTIFIKASI SKEMA TIPE 3

1.Perhiasan, yaitu:

§ SNI 13-3487-2005 yaitu barang-barang emas

§ SNI 0319:2014 yaitu barang-barang perak

2. Produk Industri Tekstil, yaitu:

NO.

PRODUK TPT

SNI

1.

Tekstil kerajinan tritik dan sasirangan mori prima

SNI 08-4626-1998

2.

Kain batik tulis mori prima

SNI 08-0454-2006

3.

Kain batik tulis mori primissima

SNI 08-0455-2006

4.

Kain Batik tulis mori voalisima

SNI 08-0630-1996

5.

Kain batik cap mori voalisima

SNI 08-0632-1989

6.

Kain batik cap mori primissima

SNI 08-0633-2006

7.

Kain batik cap mori prima

SNI 08-0634-2006

8.

Kain batik cap kombinasi tulis mori voalisima

SNI 08-0636-2006

9.

Kain batik cap kombinasi tulis mori primissima

SNI 08-0637-2006

10.

Kain batik cap kombinasi tulis mori prima

SNI 08-0638-2006

11.

Batik sutera

SNI 08-4039-1996

12.

Kerajinan tenun ikat sutera

SNI 08-6115-1999

13.

Kerajinan tenun ikat kapas (kain berat)

SNI 08-6116-1999

 

 

3.Peralatan Olah Raga, yaitu:

NO.

PRODUK ALAT OLAHRAGA

SNI

1.

Bola Tenis Meja

SNI 1285:2014

2.

Raket bulutangkis bukan kayu

SNI 1018:2014

3.

Bola Bulutangkis

SNI 0036:2014

4.

Bola Basket

SNI 1282:2009

5.

Bola Sepak

SNI 2180:2014

6.

Bola Voli

SNI 1286:2014

7.

Raket Tenis Meja

SNI 0799:2014

8.

Meja Tenis Meja

SNI 0800:2014

9.

Bola Sepak Takraw

SNI 12-0695-1998

10.

Ukuran Bola sepak takraw dari plastik

SNI 12-4673-1998

11.

Lembing

SNI 12-0400-1989

12.

Cakram

SNI 12-0401-1989

13.

Jaring Tenis Meja

SNI 12-0693-1996

 

 

SERTIFIKASI SKEMA TIPE 1B

1.    Produk pakaian bayi, dengan parameter uji yaitu SNI 7617 : 2013/Amd1:2014 Tekstil - Persyaratan zat warna azo, kadar formaldehid dan kadar logam terekstraksi pada kain untuk pakaian bayi.

 2.    Produk Mainan anak, dengan parameter uji antara lain:

NO.

PRODUK MAINAN ANAK

SNI

Standar Non SNI

1.

Keamanan mainan – Bagian 1 : Aspek keamanan yang berhubungan dengan sifat fisis dan mekanis

SNI ISO 8124 – 1 : 2010

 

2.

Keamanan mainan – Bagian 2 : Sifat mudah terbakar

SNI ISO 8124 – 2 : 2010

 

3.

Keamanan mainan – Bagian 3 : Migrasi unsur tertentu

SNI ISO 8124 – 3 : 2010

 

4.

Mainan elektrik-Keamanan

SNI IEC 62115:2011

 

 

5.

 

Persyaratan Zat Warna Azo

SNI 7617 : 2013/Amd1:2014

 

6.

 

Kadar Formaldehid

SNI 7617 : 2013/Amd1:2014

 

7.

 

Kadar Ftalat

 

EN 7-1:5

 

Prosedur Permohonan Sertifikasi Produk dan Penggunaan Tanda SNI

Dalam pelaksanaan sertifikasi produk LSPro BBKB (TOEGOE) ada beberapa tahapan permohonan sertifikasi produk dan penggunaan Tanda SNI yang harus dilewati, tahapan tersebut antara lain:

SERTIFIKASI SKEMA TIPE 3

1.    Permohonan Sertifikasi

Perusahaan yang akan mengajukan permohonan sertifikasi produk penggunaan tanda SNI harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

a.    Pemohon sertifikasi mengajukan permohonan sertifikasi produk dengan mengisi formulir di bawah ini.

1)      Formulir Permohonan (klik di sini untuk mengunduh)

2)      Daftar Isian Pemohonan (klik di sini untuk mengunduh)

b.    Pemohon sertifikasi menyerahkan kembali formulir tersebut pada butir a diatas kepada Petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Balai Besar Kerajinan dan Batik dengan dilampiri dokumen sebagai berikut:

1)    Profil Perusahaan

2)    Surat Ijin Usaha (SIUP)

3)    Tanda Daftar Industri (TDI)

4)    Dokumen dan rekaman yang terkait dengan lini produksi.

5)    Panduan Mutu (jika ada)

6)    Sertifikat Uji Mutu produk (jika ada).

c.    Apabila telah memenuhi persyaratan, maka kepada Pemohon sertifikasi diberikan Tanda Terima Dokumen Permohonan Sertifikasi Produk dengan lampiran sebagai berikut:

1)    Formulir Perjanjian Permohonan Sertifikasi.

2)    Struktur Biaya Sertifikasi.

3)    Skema Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI.

d.    Apabila permohonan sertifikasi diterima, maka LSPro TOEGOE memberitahukan secara tertulis/lisan kepada Pemohon agar mempersiapkan diri untuk Pelaksanaan Sertifikasi yaitu evaluasi lapangan dan pengambilan contoh produk untuk diuji, dimana sebelumnya pemohon harus menyelesaikan administrasi berupa biaya sertifikasi kepada Petugas PTSP Balai Besar Kerajinan dan Batik. Ketentuan ini diatur dalam Dokumen Pendukung LSPro TOEGOE, silakan (klik di sini untuk mengunduh).

 
2.    Pelaksanaan Proses Evaluasi Lapangan (Evaluasi Lapangan)

a.    LSPro TOEGOE melakukan evaluasi terhadap perusahaan Pemohon sertifikasi yaitu:

1)    Peninjauan kesesuaian Sistem Manajemen Mutu yang diterapkan di lini produksi perusahaan Pemohon.

2)    Pengambilan contoh produk untuk diuji.

b.    LSPro TOEGOE melakukan evaluasi melalui Rapat Kajian Hasil Evaluasi untuk menentukan pemberian sertifikasi. Apabila dari hasil pengkajian terhadap pelaksanaan sertifikasi memenuhi persyaratan, maka LSPro TOEGOE memberitahukan secara tertulis/lisan atas Status Sertifikasi kepada Pemohon sertifikasi produk, termasuk penentuan tanggal penyerahan serifikat.

 

SERTIFIKASI SKEMA TIPE 1B

1.   Permohonan Sertifikasi

Perusahaan yang akan mengajukan permohonan sertifikasi produk penggunaan tanda SNI harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

    Pemohon sertifikasi mengajukan permohonan sertifikasi produk dengan mengisi formulir dibawah ini.

1)        Formulir Permohonan

·  Untuk Produsen Dalam Negeri (klik di sini untuk mengunduh)
·  Untuk Importir (klik di sini untuk mengunduh)

2)         Daftar Isian Pemohonan

·  Untuk Produsen Dalam Negeri (klik di sini untuk mengunduh)
·  Untuk Importir (klik di sini untuk mengunduh)

    Pemohon sertifikasi menyerahkan kembali formulir tersebut pada butir a diatas kepada Petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu Balai Besar Kerajinan dan Batik dengan dilampiri dokumen sebagai berikut:

1)     Profil Perusahaan.

2)      Surat Ijin Usaha (SIUP)

3)      Tanda Daftar Industri (TDI)

4)      Dokumen dan rekaman yang terkait dengan lini produksi.

5)      Sertifikat Uji Mutu produk (bila ada).

    Apabila telah memenuhi persyaratan, maka kepada Pemohon sertifikasi diberikan Tanda Terima Dokumen Permohonan Sertifikasi Produk, yang selanjutnya dilakukan tindak lanjut sebagai berikut :

1)    Untuk Pemohon Sertifikasi Mainan Anak

Membawa langsung dokumen Tanda Terima Dokumen yang telah dilegalisir dan dokumen permohonan Pencatatan Register SNI Mainan anak beserta semua lampirannya ke Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian di Jakarta (klik di sini untuk mengetahui alamat Dirjen BIM). Selanjutnya setelah surat Register keluar,Petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu BBKB akan memberikan surat tagihan biaya sertifikasi, dan apabila biaya tersebut telah diselesaikan oleh pemohon, maka akan dilakukan Pengambilan Contoh oleh Petugas Pengambil Contoh (PPC) yang ditugaskan. Sebelumnya akan diberitahukan waktu pelaksanaan pengambilan contoh tersebut melalui surat / email.

2)    Untuk Pemohon sertifikasi Pakaian Bayi

Penyerahan langsung dokumen Tanda Terima Dokumen yang telah dilegalisir dan dokumen permohonan Pencatatan Register SNI Pakaian Bayi beserta semua lampirannya ke Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian di Jakarta dapat dilakukan setelah dilakukan proses Sertifikasi (sertifikat sudah beres). Petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu BBKB akan memberikan surat tagihan biaya sertifikasi, dan apabila biaya tersebut telah diselesaikan oleh pemohon, maka akan dilakukan Pengambilan Contoh oleh Petugas Pengambil Contoh (PPC) yang ditugaskan. Sebelumnya akan diberitahukan waktu pelaksanaan pengambilan contoh tersebut melalui surat / email. Proses Pengambilan Contoh dapat dilakukantanpa menunggu surat Register dari Dirjen BIM, surat register dapat diberikan ke LSPro Toegoe pada saat penyerahan sertifikat.

2.   Pelaksanaan Pengambilan Contoh Uji

Pelaksanaan Pengambilan Contoh Uji dilakukan Petugas Pengambil Contoh (PPC) yang ditunjuk oleh LSPro TOEGOE.Kegiatan ini meliputi:

a.      Pengambilan contoh dilakukan di gudang produk jadi untuk produk yang dihasilkan oleh perusahaan dalam negeri dan di gudang muat jika merupakan produk import.

b.      Sebelum melakukan pengambilan contoh, PPC wajib membuat rencana pengambilan contoh (sampling plan) terlebih dahulu dan dimintakan persetujuannya kepada pemohon.

c.      Jumlah contoh yang diambil tergantung dari jenis mainan / pakaian bayi yang tercantum dalam packing list yang diajukan pemohon dan berpanduan pada juknis yang ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian.

d.      Jika contoh sudah diambil, maka PPC harus mengemas contoh tersebut sampai siap untuk dikirim ke laboratorium pengujian yang ditunjuk dan disetujui oleh pemohon. Pengiriman dilakukan oleh pemohon.

e.      PPC harus membuat Berita Acara Pengambilan Contoh / Sampel rangkap 4 (empat) yang ditujukan kepada laboratorium pengujian, pemohon, LSPro TOEGOE dan dismpan sebagai arsip untuk PPC. Selain itu PPC juga harus membuat surat pengantar untuk pengujian ke Laboratorium Pengujian yang dituju.

Catatan:

Biaya akomodasi dan transport PPC dibebankan kepada pemohon dan tidak termasuk dalam biaya sertifikasi.

3.   Pelaksanaan Evaluasi Hasil Uji Laboratorium

Setelah hasil uji dari laboratorium pengujian diterima oleh LSPro TOEGOE, maka akan dilaksanakan Pengkajian Hasil Uji oleh Tim Pengkaji Hasil Evaluasi untuk dasar pengambilan keputusan sertifikasi. Apabila memenuhi persyaratan maka sertifikat dapat segera diterbitkan, dan akan segera dilakukan pemberitahuan kepada pemohon beserta penentuan tanggal serah terima sertifikat.

 

Prosedur Penanganan Keluhan Pelanggan

1.    Apabila pelanggan tidak puas dengan pelayanan LSPro TOEGOE, dapat mengajukan keluhan dengan mengisi Formulir Keluhan, Naik Banding dan Perselisihan ( F /7.1).

2.    Formulir keluhan pelanggan diterima oleh Koordinator Administrasi dan dilaporkan kepada Manager Lembaga untuk ditindaklanjuti.

3.    Manajer Lembaga menunjuk Koordinator Teknis/ Koordinator Administrasi untuk melakukan tindak lanjut keluhan yang bersifat teknis/administratif.

4.    Setelah dipelajari dan dilakukan perbaikan kemudian Koordinator Teknis/Koordinator Administrasi menyerahkan kepada Manajer Lembaga

5.    Manajer Lembaga menunjuk KoordinatorAdministrasi untuk menyampaikan solusi dari keluhan tersebut kepada pelanggan.

6.    Apabila pelanggan setuju dengan keputusan LSPro TOEGOE maka permasalahan dianggap selesai.

7.    Keluhan diselesaikan paling lama 7 ( tujuh ) hari kerja sejak surat keluhan disampaikan ke LSPro TOEGOE.

8.    Apabila pelanggan tidak setuju dengan keputusan LSPro TOEGOE maka pelanggan bisa mengajukan banding kepada LSPro TOEGOE.

 

Biaya Sertifikasi

Biaya sertifikasi yang harus dipenuhi oleh pemohon diatur dalam dokumen pendukung LSPro TOEGOE), adapun jumlah nominal nya dapat diunduh di tautan ini.

 

Hubungi Kami

Untuk keterangan lebih jelas pemohon dapat menghubungi kontak di bawah ini.

Balai Besar Kerajinan dan Batik

Jl. Kusumanegara No. 7 Yogyakarta 55166

Telp: 0274 – 546111 ext 109

Fax.: 0274 – 543582

E-mail: bbkb@kemenperin.go.id

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter