Dalam rangka memperingati hari buku nasional yang jatuh pada tanggal 17 Mei, maka penulis ingin berbagi informasi tentang  keanekaragaman buku batik yang ada di perpustakaan BBKB.  Pertama tinggi buku.  Buku batik yang ada di perpustakaan BBKB, memiliki berbagai ukuran ketinggian.  Mulai dari yang kecil sampai jumbo.  Buku Cerita Batik yang ditulis oleh Iwet Ramadhan miliki tinggi 13 cm.  Adapun tinggi buku Batik Spirit of Indonesia hampir tiga  kalinya yaitu 36 cm. Kedua jenis cover.  Umumnya jenis cover buku adalah soft cover.  Namun, tidak sedikit  pula yang hard cover.  Menurut penulis, penggunaan hardcover memberi nilai tambah tersendiri pada buku tersebut.  Terkadang hard cover masih ditambah dengan jaket buku. Kehadiran jaket,  semakin membuat plus plus nilai buku tersebut, seperti terlihat dalam buku karangan E. A Natenegara yang berjudul Dunia Batik Seorang Jultin.

Ke tiga, orientasi.  Pada umumnya buku-buku batik yang ada di perpustakaan BBKB berorientasi potrait.   Tetapi, ada juga yang berorientasi landscape seperti buku Batikku Pengabdian Cinta Tak Berkata karya Ani Bambang Yudhoyono. Ke empat latar belakang pengarang.  Penulis buku batik mempunyai aneka latar belakang.  Dari kalangan pendidikan ada Prof Kusnin Asa dengan buku Mosaic of Indonesian Batik.  Dari lingkungan praktisi hadir Iwan Tirta dan Afif Sakur.  Kombinasi ilmuwan dan praktisi dikenal Dr Komarudin Kudiya dengan beberapa buku yang berisi pemikiran dan pengalaman beliau.  

Ke lima penerbit.  Buku-buku batik diterbitkan oleh penerbit nasional maupun internasional.  Penerbit nasional seperti Gramedia Pustaka Utama, Andi Ofset dan lain-lain.  Penerbit internasional ada The Pepin Press BV, Verlag M & H. Schaper dll. Dari kalangan pemerintahan Museum, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Pemerintah Daerah, dalam hal ini Badan Arsip Daerah.  Mengungkap Pola Nitik Dalam Wastra Batik diterbitkan oleh Museum Tekstil..  Adapun buku Sejarah Batik Jawa Tengah, diterbitkan oleh Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Belum lagi pecinta batik, baik sebagai personal seperti Tumbu Ramelan ataupun lembaga seperti Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad.

Ke enam, bahasa yang digunakan.  Berbagai buku batik yang menjadi koleksi perpustakaan BBKB menggunakan aneka bahasa.  Mulai dari bahasa daerah, dalam hal ini bahasa Jawa, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Jerman, dan juga bahasa Cina.  Buku Bathik Warisan Nusantara yang ditulis oleh Nanik Herawati menggunakan bahasa Jawa.  Adapun buku Javanische Batik: Methode, Symbolik, Geschichte yang ditulis oleh Annegret Haake menggunakan bahasa Jerman.  Selain monolingual, beberapa buku batik juga bilingual.  Buku Batik dan Mitra karangan Nian S Djoemena memadukan bahasa Indonesia dan Inggris. Lain lagi dengan buku Batik: Creating an Identitiy yang mengombinasikan penggunaan bahasa Indonesia dan Cina.

Ke tujuh  tampilan gambar.  Buku Colors of Live menggunakan gambar batik sebagai pembatas bab dengan ukuran kertas yang lebih besar daripada halaman lainnya. Ditunjang dengan kualitas gambar yang bagus, tampilan buku ini menjadi unik.  Berbeda dengan buku Cerita Batiknya Iwet Ramadhan. Penulis menempelkan kain batik tulis, batik cap, dan batik print pada uraian Pilih Batik Tulis, Cap,atau Print? Ke delapan, jumlah halaman.  Jumlah halaman buku berkisar antara 49 sampai hampir enam ratus.  Buku Seni Batik Indonesia yang ditulis oleh S.K Sewan Susanto memiliki 592 halaman.

Ke sembilan, istilah.  Buku batik terkadang  menyertakan Daftar Istilah yang ditempatkan pada bahagian belakang buku.  Adanya daftar  istilah di berbagai buku batik ini, telah menginspirasi penulis untuk mengumpulkannya dalam sebuah buku. Kumpulan istilah ini hadir menjadi sebuah buku yang berjudul Batik Pedia ini diterbitkan oleh Andi Ofset pada tahun 2020.  Sebuah buku yang dapat dimanfaatkan bagi siapa saja yang bersentuhan dengan batik atau sekedar ingin mengetahui istilah-istilah yang digunakan dalam batik.

 

Bagikan di Media Sosial Anda