Press Release

12 Mei 2022

 Tumbuhkan Industri Batik, Pemerintah Kota Bitung Lakukan Penandatanganan MoU dengan BBKB

Batik selama ini telah dikenal sebagai produk unggulan nusantara dari sektor industri kreatif yang sangat potensial untuk terus dikembangkan. Potensi ini muncul mengingat kekayaan alam dan budaya yang dimiliki masyarakat Indonesia. Potensi alam seperti serat alam hingga bahan pewarna melengkapi aspek budaya dan motif daerah yang semakin memperkaya variasi produk batik. Potensi inilah yang dibaca oleh daerah-daerah yang tidak memiliki akar budaya batik sebelumnya, dengan berlomba-lomba untuk menumbuhkan industri batik di daerahnya. Kota Bitung di Provinsi Sulawesi Utara yang tidak memiliki akar budaya batik, berusaha mulai menumbuhkan industri batik di daerahnya. Komitmen untuk menumbuhkan potensi industri batik di Kota Bitung diwujudkan dengan langkah kerjasama dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBKB). Langkah ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman tentang pengembangan IKM batik dan Kerajinan kota Bitung.

Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBKB) merupakan Unit Pelayanan Teknis dibawah Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian yang memiliki tugas melaksanakan standardisasi industri, optimalisasi pemanfaatan teknologi industri dan industri 4.0, industri hijau, dan pelayanan jasa industri kerajinan dan batik. Selama ini sudah banyak daerah yang telah mempercayakan pembuatan motif khas daerahnya dengan BBKB. Sebut saja Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Lebak, Kota Waringin Barat, Kota Palu hingga Kabupaten Fak-Fak yang bekerjasama dengan BBKB dalam pembuatan motif khas daerah tanpa meninggalkan kearifan lokal (local wisdom) suatu daerah.

Walikota Bitung, Maurits Mantiri dalam sambutannya secara virtual menyebutkan bahwa potensi di Kota Bitung selama ini didominasi oleh sektor makanan dan pariwisata, khususnya industri makanan laut. Sementara ada sektor industri kreatif seperti batik yang bisa mendukung pemanfaatan potensi yang sudah ada di Kota Bitung. Maurits menyebutkan bahwa saat ini sudah ada beberapa industri batik yang mulai tumbuh di Bitung, namun pemerintah Kota Bitung berkomitmen untuk mendorong percepatan penumbuhan industri dengan intervensi dari pemerintah yang diawali langkah kerjasama dengan BBKB. Ia berharap dengan adanya kerjasama ini akan tercipta desain motif batik khas daerah Kota Bitung yang nantinya dapat menjadi ikon atau local pride Kota Bitung.

Gayung bersambut, Kepala BBKB, Hendra Yetty menyebutkan bahwa upaya penumbuhan dan pengembangan industri di berbagai daerah di Indonesia tidak bisa dilakukan sendiri. Sehingga perlu kerjasama dan kolaborasi dengan stakeholders lain seperti Pemerintah Daerah, Dekranas/Dekranasda, Asosiasi, Akademisi dan pelaku industri. “Kami menyambut baik atas kerjasama dari Pemerintah Kota Bitung serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bitung siang hari ini” papar Yetty .

Tindaklanjut dari penandatanganan MoU dengan Pemkot Bitung, diwujudkan dengan kerjasama Dekranasda Kota Bitung dengan BBKB terkait optimalisasi teknologi proses pengembangan desain batik, canting cap dan contoh produk batik  khas Kota Bitung, yang diambil dari pemenang lomba karya desain batik khas Kota Bitung. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat semakin mendorong tumbuhnya industri batik di Kota Bitung, sehingga nantinya kita dapat memproduksi sendiri kain batik khas Kota Bitung” sebut Ketua Dekranasda Kota Bitung, Rita A.L. Tangkudung. Di akhir sambutannya, Hendra Yetty menyebutkan bahwa kerjasama ini diharapkan dapat berjalan dengan baik, dan BBKB dapat turut berperan dalam upaya pengembangan industri kerajinan dan batik di  Kota Bitung.

Bagikan di Media Sosial Anda