Pencarian Hasil LITBANG

tahunjudulsummary
2019Eksplorasi Ringkel Kombinasi Batik dengan Pewarna AlamiTerciptanya teknologi proses ringkel kombinasi batik meliputi desain motif dan proses, guna meningkatkan daya saing produk fesyen batik, dan mengidentifikasi jenis-jenis warna alam yang dapat digunakan. Jenis warna alam yang digunakan: Tingi, Mahoni, Jolawe, Jambal, Tegeran, Secang, daun mangga, Indigofera Strobilathes (fiksasi kapur, tawas, tunjung).
2019Peningkatan Daya Saing Industri Melalui Perekayasaan Alat Cap Batik Otomatis Berabsis Programmable Logic Controller Untuk meningkatkan kapasitas produksi dapat ditempuh salah satunya dengan otomasi proses produksi batik cap. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi melalui pengembangan prototipe alat cap batik otomatis menggunakan kontrol Programmable Logic Controller (PLC). Saat ini industri batik menunjukkan tren yang meningkat, sehingga diperlukan dukungan dari segi peralatan yang memadai. Perekayasaan Alat Cap Batik Otomatis Berbasis PLC cukup menjanjikan untuk dikembangkan terutama dengan industri-industri rekayasa.
2019Optimalisasi Limbah Batang Kayu Manis Sebagai Komponen Furniture Dengan Mesin Dowel Rekayasa alat pembuat dowel untuk skala industri kecil serta alternatif desain furniture model knock down yang mudah dikembangkan dan dapat dikomersialisasikan oleh pelaku usaha pengolah limbah batang kayu manis. Kemudahan proses produksi diharapkan berdampak pada peningkatan minat pelaku usaha memanfaatkan rekayasa alat dan desain furniture yang dibuat. Dan diharapkan para pelaku usaha mendapatkan tambahan ekonomis dari limbah batang kayu manis.
2019Optimalisasi Zat Warna Alam dari Limbag Kulit Buah Kakao (Theobroma sp.) Dalam Bentuk Powder Siap Pakai Untuk Pewarnaan Produk Batik. Optimalnya hasil penelitian akan keberhasilan kulit buah kakao dapat dijadikan sebagai zat pewarna alam diharapkan dapat menumbuhkan industri baru di Indonesia sebagai produsen zat warna alam dari kulit buah kakao. Dan bagi para mahasiswa serta para peneliti penelitian ini dapat dijadikan sebagai literasi penelitian serupa.
2019Inovasi Dekorasi Batik Pada Mebel Rotan dengan Perekayasaan Alat Pelorod Malam Batik Penelitian ini menghasilkan teknologi pembuatan mebel rotan batik, produk mebel rotan batik, prototip alat pelorod malam batik, serta data uji tahan luntur warna. Hasil penelitian ini dapat diterapkan untuk pengembangan teknologi dan diversifikasi produk pada industri rotan dan batik, maupun menciptakan wirausaha baru bidang mebel rotan batik.
2018Rekayasa Pembuatan Cnc Router Kayu Dan BambuKayu perkebunan yang sudah melewati usia produktif harus ditebang untuk diremajakan dengan yang baru. Namun sayangnya kayu perkebunan biasanya memiliki kelemahan pada sifat fisisnya sehingga sulit untuk diukir. Kemajuan teknologi yang terus berjalan cepat saat ini memungkinkan hal tersebut yaitu dengan bantuan mesin CNC router. CNC yang didesain memang khusus untuk pengerjaan pada kayu dan bambu.
2018Rekayasa Alat Pintal Limbah Serat Rami (Boehmeria Nivea)Perekayasaan alat pintal serat limbah rami yang terdiri dari alat pengurai dan alat pemintal dilakukan oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik pada tahun 2018 ini dimaksudkan untuk memecahkan masalah limbah pada IKM serat rami, dengan menggunakan alat hasil perekayasaan ini dapat memanfaatkan serat limbah rami sebagai bahan baku industri dan industri kerajinan.
2018Penelitian Identifikasi Batik Dan Tiruan batik Dengan Analisis Citra DigitalPerkembangan pembuatan tekstil bermotif batik semakin mengkhawatirkan bagi perlindungan batik. Produk tekstil bermotif batik mempunyai harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan batik yang asli. Produk tekstil bermotif batik ini tidak sesuai dengan SNI 0239:2014 Batik – Pengertian dan istilah, karena proses pembuatannya melalui proses pinting. Proses identifikasi yang selama ini dilakukan adalah identifikasi ciri secara visual oleh tenaga ahli. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode analisis visual dari citra digital batik dan tiruan batik agar dapat membantu identifikasi batik dan tiruan batik.
2018Inovasi Pengembangan Desain Produk Interior Yang Berbasis Bahan Baku Kayu Pengembangan disain inovatif berbasis bahan kayu perkebunan dan bambu untuk interior hotel dan airport, sebagai terobosan produk kompetitif yang berdaya saing. Disain dibuat dan disesuaikan dengan tata ruang, warna, dan peruntukan yang memberikan kesan mewah, futuristik, dan bermuatan motif kearifan lokal.
2017Pengembangan Teknik Smock pada Batik untuk Meningkatkan Daya Saing Produk FesyenBatik adalah kerajinan hasil pewarnaan menggunakan malam panas sebagai perintang warna untuk membentuk motif menggunakan alat canting tulis dan cap. Smock adalah salah satu teknik keterampilan menjahit dan menyulam tangan, yaitu teknik tusukan menjahit untuk menghasilkan kerutan-kerutan yang menghasilkan motif menarik sesuai pola tertentu. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengkombinasikan teknik Smock dangan teknik batik sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk fesyen batik.
2017Peningkatan Data Saing Industri Batik Melalui Penerapan Produk Bersih Pada IKM Batik Kab. BanyumasPenerapan produksi bersih merupakan beberapa prosedur kerja yang diterapkan pada setiap tahapan produksi batik. Prosedur kerja tersebut diharapkan mengakibatkan perubahan pola pikir dan pola kosumsi sumberdaya, bahan baku serta penanganan limbah sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Oleh karena itu penerapan produksi bersih memerlukan waktu yang relatif lama dan perlu dilakukan terus menerus dan berkesinambungan.
2017Penelitian Kualitas Produk Batik untuk Penyusunan RSNI Batik Tulis Halus, Sedang , KasarBerdasarkan Pedoman Standardisasi Nasional (PSN), SNI dapat ditinjau kembali sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sekali. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas batik berdasarkan tinjauan kembali SNI 08-0513-1989 Cara uji batik tulis. Metode yang akan digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif untuk mendapatkan persepsi ahli batik untuk memvalidasi hasil. Penelitian kuantitatif digunakan untuk menguji kualitas batik menggunakan pengujian secara visual dan fisika. Sementara untuk mendukung data hasil uji, juga akan dilakukan eksperimen dengan pembautan produk batik menggunakan canting berbagai ukuran pada jenis kain yang berbeda dan pewarnaan dengan zat warna alam dan zat warna sintetis.
2017Pengembangan Desain Motif Tenun Kombinasi Batik dengan Pewarna AlamiProduk kain tenun biasanya kainnya tebal dengan bahan baku benang sintetis atau benang katun. Hal ini yang membuat konsumen menginginkan produk tenun dengan kain tipis sehingga mempunyai sifat lansai atau drapery yang baik. Menurut Hamy dalam Makmun (2013), kain yang tipis lebih memungkinkan untuk diolah menjadi barang fesyen, seperti busana. Dalam pembuatan kain tenun yang lebih tipis perlu dilakukan modifikasi bahan baku benang yang digunakan. Tenun dan batik keduanya merupakan warisan budaya adiluhung yang patut untuk dilestarikan, masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Produk dengan desain motif yang khas dan menggunakan pewarna alami memiliki potensi pasar yang baik sebagai komoditas unggulan produk Indonesia dan berdaya saing tinggi untuk memasuki pasar global karena memiliki daya tarik pada karakteristik yang unik, etnik dan eksklusif. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian pengembangan desain motif tenun kombinasi batik dengan menggunakan pewarna alami. Tujuan penelitian adalah untuk untuk mengembangkan desain motif tenun ikat kombinasi batik dan memperoleh teknik pewarnaan alam yang sesuai untuk tenun ikat kombinasi batik dalam rangka meningkatkan daya saing produk fashion Indonesia.
2017Pengembangan Furniture, Kerajinan dan Produk Fashion Dari Limbah KayuIndonesia memiliki keragaman hasil hutan yang besar. Pemafaatan hasil hutan tidak hanya sebatas kayu, namun ada juga yang memanfaatkan kayunya untuk diolah. Pohon kayu manis (Cinnamomum burmanii) dan Pohon lantung (Arthocarpus Elastic) banyak dimanfaatkan kulit kayunya. Kulit kayu kayu manis digunakan sebagai bahan makanan dan obat, namun pemanenan kulit kayu manis menyisakan batang kayu yang selama ini tidak dimanfaatkan. Sedangkan pohon kayu lantung masih dapat tumbuh setelah kulit kayunya dipanen. Kulit kayu lantung secara tradisional dimanfaatkan untuk bahan pakaian di Sumatera dan Kalimantan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberi nilai tambah pada batang kayu manis sisa pengolahan kulit kayu manis sebagai bahan baku kerajinan dan mebel sekolah dan mendapatkan jenis motif anyaman yang sesuai dengan bahan baku kulit kayu jomok untuk diwujudkan menjadi produk kerajinan tas fashion dengan metode anyaman.
2017Teknologi Proses Pengolahan Kayu Non KomersialPotensi kayu non komersial maupun bahan dari wilayah Indonesia Timur masih cukup besar untuk dikembangkan menjadi produk furniture bernilai tinggi. Selain hal itu masih banyak jenis-jenis kayu non komersial yang belum memadai data potensi, karakter dan sifat-sifat alamiahnya. Untuk dapat diangkat menjadi bahan industri bernilai tinggi jenis kayu non komersial tersebut harus dilengkapi data yang lebih memadai. untuk lebih menonjolkan kekhasan dan ketrampilan SDM setempat. Penelitian ini selain diperoleh data potensi, karakter dan sifat-sifat alamiah kayu non komersial, juga telah dilakukan penelitian pengawetan menggunakan biocide dan sambiloto.
2016Rekayasa Pengolahan Limbah Cair Batik Dengan Teknologi Lahan Basah Buatan Batik merupakan salah satu potensi industri bangsa Indonesia yang mengalami pertumbuhan pesat di berbagai daerah. Di samping memberikan manfaat di bidang ekonomi, industri batik juga menimbulkan dampak negatif terhadap ingkungan. Salah satu dampaknya berupa limbah cair dengan volume yang besar dan karakteristik yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.Salah satu alternatif pengolahan yang berpotensi dalam pengolahan limbah cair batik adalah teknologi lahan basah buatan (constructed wetland). Teknologi lahan basah buatan merupakan metode pengolahan limbah dengan memanfaatkan proses alami, di mana pada sistem terjadi proses sedimentasi, filtrasi, transfer gas, adsorpsi, serta pengolahan kimiawi dan biologis, akibat adanya aktivitas mikroorganisme dalam tanah dan aktivitas tanaman. Teknologi ini termasuk teknologi tepat guna karena tidak memerlukan biaya pengolahan dan perawatan tinggi serta prosesnya sederhana dan menggunakan sumber daya lokal. Pada kegiatan ini dilaksanakan eksperimen pengembangan teknologi pengolahan limbah cair batik menggunakan sistem lahan basah buatan skala laboratorium dengan menggunakan tanaman Pegagan/Centella asiatica, Lidi air/Hippochaetes lymenalis, Bambu air/Equisetum hyemale, Melati air/Echinodorus palaefolius dan Kana lonceng/Pistia stratiotese. Parameter yang diamati adalah pH, suhu, konduktivitas, BOD, COD, TSS dan TDS.
2016Perekayasaan Canting Cap Batik Model PinartPerekayasaan canting cap model pin art, merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan pada pengembangan industri batik cap, dengan membuat canting cap yang bisa diproduksi secara masa dengan pabrikan, mudah penggantian motifnya dengan motif batik yang dihasilkan fashionable. Canting cap model pin art memiliki 5 (lima) bagian pokok yaitu; plat berlubang, pin pembentuk motif, motif batik, plat penahan pin dan tangkai pegangan. Canting cap model pin art dengan pin menggunakan besi baik dipakai untuk model motif kecil-kecil dan rapat, sedangkan pin dengan menggunakan tembaga kurang bagus karena kestabilan tembaga kurang. Dari perekayasaan yang dilakukan di Balai Besar Kerajinan Batik dengan menggunakan pin dari kuningan dengan cara casting dimungkinkan untuk dilakukan produksi masal canting cap model pin art dengan pabrikasi.
2016Rekayasa Kompor Gas BatikPermintaan batik di Indonesia saat ini mengalami peningkatan, seiring dengan meningkatnya tren pemakaian batik baik di Indonesia maupun di dunia internasional. Peningkatan permintaan batik tersebut harus diimbangi oleh peningkatan teknologi sehingga IKM mampu meningkatkan kualitas, efisiensi dan kapasitas produksinya. Salah satu permasalahan yang dihadapi IKM batik cap yaitu proses pengecapan batik saat ini masih menggunakan kompor minyak tanah atau kompor gas secara konvensional dengan tingkat efisiensi relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat kompor gas batik otomatis yang dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi sehingga mampu meningkatkan daya saing IKM batik. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data melalui survey literatur dan lapangan, perancangan alat, penyiapan bahan dan alat, pembuatan, uji coba dengan variabel temperatur lilin dan bukaan kran aliran gas, analisa dan pembahasan hasil uji coba. Penelitian ini menghasilkan satu unit kompor gas batik otomatis yang mampu meningkatkan kualitas pengecapan dan efisiensi konsumsi gas sebesar 17% dibandingkan kompor gas manual.
2016Peneitian Karakteristik Produk Batik dan Paduan Tirun Batik dengan BatikBatik semakin mendapat tempat di masyarakat Indonesia maupun dunia. Kepopuleran batik menjangkau segala segmen masyarakat. Hal ini membuat peminat batik menjadi semakin meluas dan permintaannya semakin besar. Imbas dari perkembangan teknologi tersebut adalah munculnya produk yang menyerupai batik asli. Produk yang menyerupai batik tersebut diketahui diproses dengan beberapa teknik cetak yang didesain sedemikian rupa sehingga produk yang dihasilkan memiliki perbedaan yang tipis dengan batik. Tujuan kegiatan untuk mengetahui karakter produk tiruan batik dan paduan tiruan batik dengan batik menggunakan metode visual, fisik dan kimia. Metode visual dilakukan dengan pengamatan langsung mengenai ciri-ciri yang spesifik, metode fisik dilakukan dengan pengamatan mikroskopik melalui SEM (Scanning Electron Microscope) dan secara kimia melalui FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy). Hasil pengamatan visual menghasilkan beberapa ciri yang dapat membantu membedakan produk batik dengan tiruan batik beserta paduan tiruan batik dengan batik. Secara mikroskopik ada perbedaan hasil dari pengamatan antara produk batik dengan tiruan batik dalam hal sisa/residu meskipun belum secara signifikan. Dari hasil FTIR masih perlu untuk dikembangkan dengan lebih banyak sampel uji. Perlu sampel uji yang lebih banyak lagi sehingga dapat dipresentasikan kecenderungan residu yang tertinggal di produk tiruan batik dan paduan tiruan batik dengan batik. Perlu ujicoba dengan menggunakan instrumen GC/MS (Gas Chromatography Mass Spectrometry) ataupun LCMS (Liquid Chromatography Mass Spectrometry) untuk menganalisa residu di produk tiruan batik.
2016Identifikasi Desain Batik Motif Khas Papua Kegiatan litbang dengan judul: “Identifikasi Desain Batik Motif Khas Papua” ini merupakan serangkaian kegiatan identifikasi desain motif batik yang telah dilakukan pada daerah-daerah lain. Keunikan alam dan budaya khas Papua menarik untuk dieksplorasi sebagai ide penciptaan motif batik khas Papua. Tujuan kegiatan ini dilakukan adalah untuk: (1) Menambah ragam motif batik yang berasal dari ornamen etnis daerah Papua, serta (2) Melestarikan dan meningkatkan rasa cinta terhadap batik sebagai warisan budaya leluhur melalui inspirasi ornamen etnis daerah Papua.
2016Penelitian Zat Warna Alam Berbahan Baku Lokal (Papua dan Palu) untuk Produk BatikTelah dilakukan penelitian Zat Warna Alam (ZWA) berbahan baku lokal Indonesia timur (Papua dan Palu) untuk produk batik. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan sumber bahan baku dan teknologi ekstraksi ZWA dari Papua dan Palu yang berpotensi sebagai pewarna alami untuk batik dalam rangka meningkatkan daya saing produk fashion Indonesia. Sumber ZWA yang digunakan yaitu; kulit kayu angsana (Pterocarpus indicus), kulit kayu kudo (Lannea coromandelica), kayu matoa (Pometia pinnata) dan kulit akar mengkudu (Morinda citrifolia). Ekstraksi ZWA dilakukan dengan pelarut air pada suhu 75°C dan 100°C. Ekstrak ZWA diaplikasikan pada kain batik sutera dan katun pada suasana asam dan basa. Mordan yang digunakan adalah tawas dan jirek serta fiksator yang digunakan tawas dan tunjung.
2016Teknologi Proses Pengolahan Serat Batang dan Daun Nipah untuk Bahan Baku KerajinanIndonesia termasuk negara yang memiliki luasan nipah terbesar di dunia. Berdasarkan laporan KLHK potensi luas tanaman nipah Indonesia pada tahun 2015 diperkirakan mencapai 2,0 juta Ha yang tersebar dari Aceh sampai Papua. Bagian tanaman tersedia dalam jumlah yang banyak dan belum dimanfaatkan secara optimal adalah pelepah daun dan batang nipah. Tujuan dari penelitian ini adalah diversifikasi bahan baku untuk produk kerajinan. Penelitian ini menghasilkan 4 (empat) teknologi pengolahan berbasis pelepah dan daun nipah yaitu teknologi anyaman (daun, lidi); papan partikel pelepah; teknologi pemisahan serat pelepah nipah untuk tenun; dan kertas seni pelepah nipah. Penelitian pemisahan serat pelepah nipah dilakukan secara fisik secara rendaman air; secara kimia (perendaman dengan NaOH) dan secara biologi (fermentasi dengan EM4).
2016Penelitian Penguasaan Teknologi Penggunaan Perekat Alami untuk KerajinanPemanfaatan bahan baku dari alam sebagai substitusi bahan baku sintetis merupakan isu lingkungan yang sudah lama berkembang, termasuk pengembangan bahan baku perekat. Hal ini berkaitan dengan beberapa kelebihan bahan baku alami seperti lebih ramah lingkungan, potensinya yang cukup banyak dan dapat diperbaharui. Penelitian pemanfaatan perekat alami untuk kerajinan ini menggunakan bahan baku dari getah karet, blendhok, jelutung dan pati garut tanpa menggunakan formaldehid. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui jenis bahan baku untuk pembuatan perekat alami dan formulasinya yang dapat digunakan untuk keperluan kerajinan. Ruang lingkup penelitian ini meliputi: eksperimen di laboratorium untuk memperoleh teknologi proses pembuatan perekat alami, aplikasi perekat alami yang diperoleh pada bahan baku kerajinan jomok dan pandan serta pengujian sifat fisis dan mekanis perekat alami yang diperoleh.
2016Pengembangan Disain Batu Akik untuk Produk Busana (Fashion)Pembentukan batu akik terkonsentrasi di Pulau Jawa seperi di Banten, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, Kebumen, Purbalingga, Pacitan, Wonogiri, dan Lumajang. Batu akik terbentuk melalui sejumlah proses yang sangat lama, proses pembentukannya memerlukan waktu jutaan tahun, mulai dari pembekuan magma atau akibat sedimentasi dan metamorfime, dan kondisi geologi suatu daerah juga dapat mempengaruhi proses pembentukan batu akik tersebut. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan nilai tambah produk kerajinan batu akik dengan melakukan pengembangan disain produk untuk busana.
2015Rekayasa Mesin Pembuat Lidi Bambu Untuk KerajinanIndustri kerajinan yang menggunakan bahan baku lidi bambu merupakan salah satu industri kecil kreatif yang sangat potensial untuk dikembangkan, saat ini proses pembuatan lidi bambu masih dilakukan dengan menggunakan peralatan manual sehingga kecepatan produksinya masih sangat lambat dengan keseragaman yang dihasilkan sangat bervariasi, hal ini sangat berpengaruh pada produk kerajinan yang dihasilkan. Mesin pembuat lidi bambu saat ini sudah banyak dibuat oleh pabrikan di luar negeri, akan tetapi mesin-mesin tersebut tidak dapat diimplementasikan pada industri kecil di Indonesia karena mesin tersebut menggunakan daya listrik yang besar dengan daya 3 phase, disamping itu mesin pembuat lidi bambu yang ada saat ini harganya cukup mahal sehingga tidak terjangkau oleh IKM.
2015Rekayasa Alat Pintal Dan Pembuat Tampar Daun Agel Untuk Bahan KerajinanIndustri kerajinan agel telah ada dan berkembang di beberapa wilayah di Indonesia. Industri ini menghasilkan berbagai macam produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi seperti; tas, topi, furniture dan masih banyak lagi produk kerajinan lainnya. Permasalahan yang dihadapi industri kerajinan agel adalah terbatasnya ketersediaan dan keseragaman bahan baku pintalan (tampar) agel. Selama ini, pembuatan tampar agel dilakukan secara manual. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membuat prototype alat pintal agel yang dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas industri kerajinan berbahan baku tampar agel.
2015Inovasi Teknologi Proses JumputanTritik Jumputan adalah kain yang didapat dari proses pewarnaan rintang dengan menggunakan bahan perintang seperti tali, benang atau sejenisnya dan menghasilkan corak-corak tertentu. Pada umumnya motif yang dihasilkan dari teknik Tritik Jumputan adalah bulat-bulat dan garis berupa motif seperti biji mentimun berderet. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengembangkan teknik Tritik Jumputan sehingga menghasillan motif selain bulat dan garis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pengembangan Tritik Jumputan dengan teknik lipat ikat dan lipat jelujur . Hasil pengembangan dianalisa secara kualitatif dengan pengamatan visual, melihat dengan mata, dan uji kesukaan. Analisa Kuantitatif dilakukan melalui uji laboratorium dan uji kesukaan berdasarkan skala pengukuran Linkert dengan urutan 5.
2015Penerapan Teknologi Pengolahan Air Limbah Pada Ikm BatikIKM batik Lendah telah mendapatkan bantuan CSR dari Bank Indonesia melalui Dinas Koperasi berupa 12 unit IPAL batik. Prinsip kerja IPAL tersebut sesuai dengan IPAL yang telah dibangun sebelumnya di BBKB. IPAL dibuat oleh IKM batik sendiri dengan bentuk, ukuran dan penempatan IPAL disesuaikan dengan lokasi dan luas tanah masing-masing. Dalam pengoperasiannya, IKM batik masih mengalami kesulitan. Tujuan kegiatan ini adalah mengoptimalkan fungsi IPAL sehingga IKM batik di kecamatan Lendah, kabupaten Kulonprogo dapat menerapkan teknologi pengolahan limbah cair dengan hasil yang lebih optimal. IKM batik di Lendah membuat berbagai macam jenis produk batik, seperti batik tulis, cap dan kombinasi. Bahan kimia yang digunakan pada IKM batik antara lain zat warna Alam, zat warna Naphtol, Garam Naphtol, Indigosol, Remazol, kostik soda, HCl, Na-nitrit, soda abu, waterglass, lilin batik, tawas, kapur, tunjung yang akan terbawa pada limbah cair batik.
2015Penerapan Teknologi Pewarnaan Batik Zwa IndigoferaKarena keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan cara pembuatannya, umumnya perajin batik membeli zwa indigo dalam bentuk pasta, dan pencelupannya terbatas untuk kain pendek maksimal ukuran panjang kain maksimal 3 m. Penerapan teknologi pewarnaan batik dengan zwa indigofera bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kemampuan perajin batik dalam pewarnaan batik dalam bentuk kain panjang dengan menggunakan zwa indigofera. Penerapan teknologi meliputi teknik pembuatan zwa indigofera dalam bentuk pasta dan teknik pencelupannya menggunakan mesin celup spiral. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di dua lokasi, yaitu di Kabupaten Pacitan dan Bantul Yogyakarta.
2015Kajian Kesiapan Industri Kecil Menengah Mainan Anak Terhadap Pemberlakuan Wajib Standar Nasional IndonesiaPemerintah melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 24/M-IND/ PER/4/2013 tentang pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Mainan Anak mengatur produsen mainan untuk membuat produk mainan sesuai SNI. Pemberlakuan SNI mainan anak secara wajib berarti juga mengawasi importir produk mainan anak harus sesuai dengan SNI. Produsen, Pedagang dan importir produk mainan anak yang beredar di pasar dalam negeri oleh pemerintah harus menerapkan dan mematuhi SNI. Berdasarkan pengamatan di pasar, kalau dilihat secara tampilan fisik produk mainan anak, kemungkinan belum memenuhi standar keamanan ketika digunakan bermain. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan kualifikasi produk terhadap SNI mainan anak. Manfaat kegiatan kepada industri adalah memberi pengetahuan tentang standar produksi mainan anak yang bermutu sesuai SNI.
2015Diversifikasi Pewarna Alam Pada Berbagai Media Kain Untuk BatikPerkembangan industri batik dan kriya tekstil yang semakin pesat menuntut ketersediaan bahan baku impor khususnya kain katun dan zat warna sintetis. Permintaan yang tinggi dan terbatasnya persediaan, mengakibatkan harga katun dan zat warna sintetis cukup mahal, sehingga diperlukan solusi permasalahannya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan impor serta terwujudnya kemandirian produksi.
2015Pengaruh Perlakuan Ekstraksi Zwa Terhadap Kualitas Dan Arah Warna Pada Batik Dan Tekstil KerajinanKeberhasilan hasil pewarnaan produk batik dan tekstil kerajinan dengan zat warna alam, sangat tergantung pada teknik pengambilan warna atau ekstraksi dari tanaman pembawa warna, kondisi pencelupan, pengerjaan akhir, dan kualitas air ekstraksi dan pencelupan. Kualitas air yang buruk dan banyak mengandung logam besi sangat berpengaruh terhadap hasil ekstraksi dan hasil pewarnaan. Kondisi dan perlakuan ekstraksi juga berpengaruh pada warna yang dihasilkan. Adapun tujuan dari kegiatan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh kualitas air terhadap ekstraksi dan pewarnaan dengan berbagai kondisi perlakuan, sehingga dapat mengoptimalkan kualitas produk batik dan tekstil kerajinan.
2015Penelitian Pemanfaatan Serat Alam Non Tekstil Sebagai Substitusi Komponen Mebel Ramah LingkunganSalah satu komoditi yang ditangani BBKB adalah Serat alam non tekstil (SANT). Perkembangan teknologi dan inovasi produk SANT beberapa tahun terakhir meningkat sangat pesat dan cepat. Penggunaan SANT sebagai substitusi komponen mebel selain akan menjadikan produk lebih eksotis, namun diharapkan mampu akan memberikan dampak pada penurunan penggunaan kayu yang keberadaannya semakin terbatas. Untuk penggunaan yang lebih luas sampai saat ini belum tersedia data dan informasi yang memadai terkait sifat fisik, mekanik, morphologi, anatomi, maupun kemis serta teknologi pengolahannya.
2014PENYUSUNAN MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSISemakin berkembangnya dan meningkatnya industri batik akan menambah lapangan pekerjaan yang akan mengurangi pengangguran. Pada era globalisasi maka produk batik di Indonesia harus mampu bersaing di pasar global. Untuk memenuhi hal tersebut diatas maka kem
2014Penyusunan Bahan Konsultansi Unit Produksi Terkecil Garment dan BatikIndustri Kecil Menengah (IKM) adalah soko guru perekonomian nasional, keberdaaanya sangat membantu ekonomi masyarakat kelas bawah. Karena IKM banyak membutuhkan tenaga kerja dan permodalan yang tidak besar. Untuk itu perlu dipacu pertumbuhannya. Salah sat
2014REKAYASA ALAT POLIS KERANG DAN TEMPURUNG KELAPAKulit Kerang dapat dibuat untuk bahan kerajinan interior seperti kap lampu sedangkan tempurung kelapa dapat dibuat produk kerajinan - alat rumah tangga, pot maupun alas meja, nampan. Disaat ini teknologi peralatan tepat guna sangat dibutuhkan dan ditunt
2014REKAYASA ALAT CELUP ZWA MODEL SPIRALSalah satu tahapan proses dalam pembatikan adalah proses pewarnaan dengan cara pencelupan. Proses pencelupan dapat dilakukan pada kain batikan per potong menggunakan antara lain bak celup, waskom plastik, alat sleregan, namun dapat juga dilakukan pada k
2014REKAYASA ALAT PEMBELAH BAMBU UNTUK KERAJINANIndustri kerajinan bambu merupakan kegiatan padat karya yang mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja. Kurang lebih 20% produk kerajinan bambu diIndonesia adalah produk untuk pemenuhan permintaan ekspor. Sasaran konsumen luar negeri adalah para peminat ke
2014PENELITIAN LIMBAH CANGKANG KELAPA SAWIT UNTUK PARTIKEL BLOCK (INTERIOR) DAN FURNITUREPerkebunan kelapa sawit banyak dijumpai di Indonesia, terutama di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua. Dengan banyaknya perkebunan kelapa sawit tersebut, maka banyak pula tumbuh perusahaan minyak kelapa sawit. Perusahaan ini menghasilkan limbah antara la
2014PENELITIAN PERANCANGAN STANDAR ANGKLUNG Di pasaran banyak produk angklung yang memiliki kualitas berbeda-beda untuk satu jenis yang sama. Musik angklung belum diketahui secara lengkap tentang standar kualitas produksinya, sehingga perlu diadakan penelitian tentang karakteristik musik angklung.
2014OPTIMALISASI PERLAKUAN BAHAN BAKU ROTAN DAN BAMBU UNTUK PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK KERAJINANIndustri kerajinan rotan dan bambu kontribusinya sangat signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan devisa. Saat ini produknya selain untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun di ekspor ke manca negara. Hambatan saat ini kebutuhan bahan baku industr
2014PENELITIAN PEMANFAATAN TEMPURUNG KELAPA UNTUK MAINAN ANAK RAMAH LINGKUNGANBermain adalah kegiatan alamiah bagi semua anak-anak. Melalui proses bermain, anak-anak mendapat kesempatan untuk belajar dan tumbuh secara fisik, mental maupun sosial. Jika bermain merupakan suatu kegiatan,maka mainan sendiri adalah peralatannya. Dengan
2014PENGEMBANGAN PRODUK KERTAS SENI BERBAHAN BAKU LIMBAH RUMPUT LAUTSalah satu industri kreatif yang mengalami perkembangan, adalah industri kerajinan kertas seni. Kertas seni yang di produksi, sebagaian besar berbahan pelepah pisang, atau abaca yang merupakan limbah dari hasil produksi pertanian. Upaya pengembangan lebih
2014TEKNOLOGI BATIK UNTUK FASHIONDARI KULIT BINATANGSejak batik dikukuhkan sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia, pengembangan untuk industri batik di beberapa daerah menjadi perhatian. Beberapa daerah berpacu untuk menunjukkan identitas daerah melalui visualisasi motif batik, karena in
2014PENGEMBANGAN DESAIN BATIK MOTIF KHAS DAERAH BERBASIS BUDAYA LOKAL SUMBER BAHAN BAKU (BALI, SULAWESI, DAN JAWA)Batik merupakan seni kerajinan membuat kain bermotif indah dengan proses menggunakan lilin (malam) sebagai perintang warna dalam proses pewarnaannya. Kegiatan membuat batik menghasilkan komoditas berupa bahan kain untuk sandang dan interior. Sejak batik d
2014PENELITIAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA LIMBAH CANGKANG KELAPA SAWIT, KAKAO, GAMBIR DAN RUMPUT LAUT UNTUK PEWARNA BATIK DAN SERAT ALAM NON TEKSTIL Penelitian Pemanfaatan Sumberdaya Limbah Cangkang Kelapa Sawit, Kakao, Gambir, dan Rumput Laut Untuk Pewarna Batik dan SANT ini bertujuan untuk memanfaatkan beragam tanaman yang terdapat di Indonesia sebagai bahan baku baru untuk pewarna batikdan SANT. Pe
2014PEMANFAATAN PELEPAH KELAPA SAWIT DAN BATANG KUDZU UNTUK BAHAN BAKU PRODUK KERAJINANIndonesia sebagai salah satu negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia, dengan luas tanam kelapa sawit di Indonesia dilaporkan mencapai 2.014.000 ha pada tahun 2000, dengan laju pertumbuhan mencapai 12,6% setiap tahunnya. Produk samping tanaman kelap
2013EKSPLORASI PEMBUATAN ZAT WARNA ALAM DALAM BENTUK PASTA DENGAN TEKNIK EVAPORASIPengambilan zat warna alam (zwa) dapat dilakukan melalui ekstraksi dan fermentasi, cara ekstraksi melalui proses perebusan sedang cara fermentasi hanya dilakukan pada daun indigofera. Hasil ekstraksi zwa bersifat tidak stabil, bervolume relatif besar sehi
2013Pengembangan Desain Produk Rotan Untuk Mebel Interior Kegiatan ini membutuhkan pertanggungjawaban. Salah satu bentuk pertanggungjawaban adalah dokumentasi dalam bentuk laporan. Tersusunnya laporan ini menunjukan bahwa semua tahapan kegiatan telah selesai. Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah sebagai b
2013REKAYASA ALAT PEMBENTUK BAHAN BAKU KERAJINAN CANGKANG KERANG MUTIARA Indonesia memiliki potensi sumber daya alam perairan yang sangat besar, salah satu sumber daya alam perairan yang cukup besar tetapi pemanfaatannya belum optimal adalah kerang-kerangan, salah satu upaya untuk mengoptimalkannya adalah dengan menumbuh kemba
2013PENGEMBANGAN DESAIN DAN MUTU PRODUK INDUSTRI KECIL MENENGAH BATIK TEKSTIL KERAJINANBasis data mengenai peta persebaran IKM unggulan daerah, data produksi, pemasaran, pendukung, serta permasalahan yang dihadapi IKM kerajinan masih sulit ditemui. Sedangkan basis data khususnya mengenai desain dan mutu produk kerajinan dan kerajinan sangat
2013PENELITIAN PERANCANGAN STÁNDAR UNTUK PEMBATIKANBatik merupakan produk yang saat ini sedang digemari. Batik merupakan hasil dari kegiatan industri dari Industri Kecil Menengah (IKM) batik saat ini boleh dikatakan sangat menjanjikan. Untuk menghasilkan produk yang berkualitas, tentunya dibutuhkan SDM (S
2013EKSPLORASI PEWARNAAN TEKNIK SMOCK KOMBINASI JUMPUTAN UNTUK PRODUK FASHIONTritik jumputan merupakan salah satu kerajinan tekstil dari Jawa. Berbeda dengan batik, tritik jumputan masih kurang diminati masyarakat luas, masih sangat jarang bahan tritik jumputan dibuat produk busana, dan masih sangat jarang orang mengenakan busana
2013REKAYASA MESIN BENDING ROTAN BERBASIS STEAMRotan dapat dibuat untuk bahan kerajinan baik anyaman maupun mebel, dapat dibengkokkan maupun diirat sebagai bahan anyaman. Disaat ini teknologi peralatan tepat guna sangat dibutuhkan dan dituntut keberadaannya karena dipandang mampumeningkatkan produktiv
2013PENELITIAN WARNA PRIMER DAN MORDAN DARI BAHAN ALAMIPenelitian Warna Primer dan Mordan dari Bahan Alami bertujuan untuk mendapatkan mordan alam untuk pewarnaan alam warna primer merah dan kuning serta teknologi pengambilan zat warna dari tanaman penghasil warna merah untuk batik dan benang tenun. Penelitia
2013Pemanfaatan Mesin Casting Untuk IKM Pewter di Pangkal Pinang Pemanfaatan Mesin Casting untuk IKM Pewter di Pangkal Pinang bertujuan mengembangkan teknologi mesin casting dan meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi IKM Pewter di Pangkal Pinang. Kegiatan ini dilatarbelakangi permasalahan yang ada di lapangan bah
2013PENGEMBANGAN IPAL PEWARNAAN PEMBATIKAN PENDUKUNG PRODUKSI BERSIHIndustri batik masih dihadapkan pada masalah pencemaran lingkungan. Sebagian besar industri masih membuang air limbahnya langsung ke lingkungan tanpa pengolahan terlebih dahulu. Sosialisasi mengenai produksi bersih dalam rangka meningkatkan efisiensi prod
2013PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK KERAJINAN KULIT KERANG DI TARAKAN KALTIM4. RINGKASAN/ABSTRAK/RESUME : Potensi bahan baku kulit kerang Tarakan sebagai bahan pembuatan produk kerajinan sangat besar. Jenis kulit kerang Tarakan adalah kulit kerang simping, kulit kerang kapak, kulit kerang darah, kulit kerang sompil dan kulit ker
2013Pengembangan IPAL Pewarnaan Pembatikan Pendukung Produksi BersihTujuan kegiatan ini adalah membuat IPAL Batik di BBKB.
2012Perancangan SNI Cara Uji Ketahanan Luntur Warna Batik Pelaksanaan penelitian penyusunan konsep Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) terdiri dari 3 Judul, yaitu : Cara uji ketahanan luntur warna batik terhadap pencucian, Perubahan dimensi setelah pencucian (mengkeret) dan Batik: Batikmark “batik INDO
2012Rekayasa Prototipe Mesin Irat Bambu Bambu bisa dibuat lembaran papan seperti halnya kayu lapis, dengan cara membuat iratan-iratan terlebih dahulu kemudian dilakukan pengeleman dan pengepresan. Permasalahan yang dihadapi dalam proses pengiratan bilah bambu ukuran panjang { seukuran sta
2012Rekayasa Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Untuk Serat Alam Non Tekstil (SANT) Permasalahan yang dihadapi para pengrajin anyaman serat alam non tekstil adalah tidak tersedianya peralatan bantu untuk penganyaman yang memadai, sehingga produktifitas pengrajin rendah. Oleh karena itu pada tahun 2012 ini Balai Besar Kerajinan dan Batik
2012Pengembangan Desain Produk Kerajinan Dengan Kombinasi Material Kegiatan Pengembangan Desain Produk Kerajinan Dengan Kombinasi Material meliputi beberapa tahap yaitu Studi literatur, pengumpulan data identifikasi masalah, Studi lapangan ( konsultasi ), Pembuatan desain, Pengadaan bahan dan peralatan, Ujicoba pembuatan
2012Pengembangan Desain Perhiasan Pengembangan Desain Perhiasan merupakan salah satu kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan pada tahun 2012. Dengan latar belakang bahwa pengembangan desain di IKM Perhiasan merupakan salah satu permasalahan yang perlu segera diatasi, maka kegi
2012Pengembangan Desain Motif / Ragam Hias Batik Batik Indonesia secara resmi diakui United Nations Educational Scientific Cultural Organization (UNESCO) dengan dimasukkan kedalam daftar representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia, tentang Warisan Budaya Tak benda di Abu Dhabi pada tanggal 2
2012Identifikasi Desain dan Mutu Produk Industri Kecil Menengah Kerajinan IDENTIFIKASI DESAIN DAN MUTU PRODUK INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) KERAJINAN merupakan salah satu upaya untuk menggali data tentang identitas produk dilihat dari aspek desain, mutu dan menggali segala permasalahan yang ada di hadapi perajin atau pengusah
2012Identifikasi Desain dan Mutu Produk Industri Kecil Menengah Batik Batik yang merupakan salah satu produk tekstil yang besar terdapat dihampir seluruh kabupaten dan kota di seluruh Nusantara berkembang dengan pesat baik sebagai usaha yang besar maupun usaha kecil. Di beberapa daerah hasil industri batik juga menjadi sal
2012Pengembangan Pemanfaatan Tanaman untuk Bahan Baku ZWA Siap PakaiZat warna yang berasal dari alam terutama tumbuh-tumbuhan dapat digunakan untuk mewarna. Potensi sumber zat warna alam ditentukan oleh intensitas warna yang dihasilkan. Intensitas warna yang dihasilkan sangat bergantung pada colouring matter yang ada. Co
2012Pengolahan Bahan Baku Alternatif SANT Untuk Kerajinan Potensi Serat alam non tekstil di Indonesia sangat beragam, ada lebih seratusan serat yang berpotensi untuk bahan kerajinan, namun masyarakat belum banyak yang memanfaatkan karena keterbatasan informasi cara pengolahan. Diharapkan penelitian ini mampu men
2012Pengembangan Bahan dan Proses Pengawetan Bambu dan Sant Menggunakan Bahan Alami Industri kerajinan bambu dan sant kontribusinya sangat signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan pendapat daerah maupun nasional. Saat ini produknya selain untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun diekspor kemanca negara. Namun demikian hambatan
2012Pengembangan Kualitas Mutu Batik dengan Zat Warna AlamZat warna alam memiliki warna-warna yang unik dan menarik. Selain itu juga merupakan sumber daya yang lebih ramah lingkungan. Dalam pembatikan menggunakan zat warna alam, masih ditemukan beberapa kendala yaitu proses pewarnaan yang lama, ketahanan luntur
2011Rekayasa Kompor Wajan Cap Batik Untuk PembatikanTelah dilakukan perekayasaan Kompor wajan cap batik untuk pembatikan. Maksud dilakukannya perekayasaan ini ialah untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) batik terkait dengan kelangkaan dan mahalnya minyak tana
2011Penelitian Zat Warna Alam Dari Rumput Laut Untuk Industri BatikZat warna sintetis dalam pembatikan dipilih karena warna-warna yang dihasilkan tajam dan relatif awet, biaya lebih murah, proses pewarnaan lebih cepat dan mudah. Namun zat ini memiliki dampak negatif terutama memiliki limbah yang berpotensi meracuni lingk
2011Teknologi Pembatikan Pada Tempurung KelapaBalai Besar Kerajinan dan Batik ( BBKB ) Yogyakarta adalah instansi pemerintah di bawah Kementerian Perindustrian yang mempunyai tugas dan fungsi melakukan penelitian dan pengembangan di bidang kerajinan dan batik. Disamping itu BBKB juga memberikan pelay
2011Eksplorasi Teknik Pewarnaan Marbling Dengan Kain SuteraTeknik marbling adalah teknik mendesain permukaan dengan perantara air, yang akan menghasilkan desain motif yang menyerupai motif batu marmer atau motif batu lainnya. Formula asli dari marbling yang pertama sudah tidak diketahui lagi. Dalam perjalanannya
2011Penelitian Identifikasi Ciri Dan Cara Uji Tekstil Motif BatikBatik adalah proses tradisional untuk membuat selembar kain dengan motif batik yang dalam pembuatannya mengunakan lilin panas sebagai bahan perintang warna. Sedang tekstil motif batik adalah bahan tekstil yang proses pembuatan tidak menurut cara pembuatan
2011Pengaruh Sabun Alami Terhadap Ketahanan Warna BatikDalam pemakaian batik sehari – hari baik ditinjau dari kepentingan konsumen maupun produsen ketahanan warna mempunyai arti yang penting, karena ketahanan warna merupakan salah satu dari kualitas batik. Ketahanan warna batik sangat terkait dengan luntur
2011Penelitian Komposisi Perak Untuk PerhiasanKegiatan penelitian komposisi perak untuk perhiasan telah dilaksanakan di Balai Besar Kerajinan dan Batik. Kualitas perhiasan perak bisa dilihat dari desain, fungsi dan kekuatan komponennya serta, kualitas komposisi bahan baku yang terdapat di dalamnya. D
2011Diversifikasi Produk Kerajinan Kayu Untuk Casing Produk ElektronikKerajinan kayu telah sangat berkembang di Indonesia, namun masih diperlukan pengembangan berkelanjutan untuk membuka kemungkinan-kemungkinan baru di pasar kerajinan kayu. Permintaan masyarakat akan produk elektronik berbasis telematika terus berkembang da
2011Pengembangan Produk Tenun Lurik Finishing Motif Batik Dengan Zat Warna AlamIndonesia terkenal kaya akan budayanya yang beragam, diantaranya batik dan kain tenunan tradisional. Seiring dengan adanya pengakuan dari UNESCO bahwa batik sebagai warisan budaya tak bentuk, masyarakat luas sekarang lebih menghargai dan bangga menggunaka
2010UJI COBA REKAYASA CANTING LISTRIKSalah satu tugas pokok dan fungsi Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) yaitu melakukan penyiapan bahan alih teknologi, rancang bangun, dan perekayasaan industri, dalam melaksanakan tugas tersebut BBKB telah melakukan perekayasaan dan mengembangkan peral
2010UJI COBA PEMBUATAN AKSESORIS INTERIOR DENGAN TEKNIK UKIR KRAWANGAN PADA BAMBU PETUNG (DENDROCALAMUS)Bambu betung (dendrocalamus asper) merupakan jenis bambu besar dan berbuluh tebal yang di Indonesia potensinya masih cukup melimpah dan mempunyai keistimewaan bentuk alami berongga dan bentuk pipa tabung yang cukup kuat untuk diujicoba sebagai bahan subst
2010REKAYASA ALAT SPLIT ROTAN UNTUK IKMTelah dilaksanakan rancang bangun dan pembuatan mesin Split Rotan di Laboratorium Keteknikan Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta jl. Kusumanegara No. 7 selama 10 (sepuluh ) bulan. Pelaksanakan rancang bangun diserahkan kepada konsultan perencana ya
2010PENELITIAN ACRYLIC FIBER UNTUK MODEL PADA PROSES CASTING Kegiatan penelitian acrylic fiber untuk model pada proses casting bertujuan meneliti komposisi acrylic untuk model yang cocok untuk pembuatan model sebagai pengganti lilin dan mampu mesin Roland JWX-10. Selain itu kegiatan ini juga untuk meningkatkan kem
2010PENGEMBANGAN DESAIN FASHION BATIK MINIMALIS Batik saat ini sangat diminati baik di dalam negri maupun di luar negri. Terutama di dalam negri, tren fashion batik hampir merambah ke segala kalangan. Tren fashion yang selalu berkembang dan kecenderungan pasar yang selalu menuntut sesuatu yang baru,
2010EKSPLORASI CABUT WARNA DENGAN TEKNIK BLEACHING PADA DENIM (JEANS) KOMBINASI QUILTING PERCA BATIK UNTUK AKSESORIS BUSANA DAN INTERIORPerkembangan dunia tekstil, fashion dan interior di dunia membuat para desainer tekstil baik yang bergelut dibidang fashion maupun interior harus terus mengembangkan ide dalam membuat karya. Eksplorasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga di
2010TEKNOLOGI PELEKATAN KULIT KERANG SIMPING MENGGUNAKAN PEREKAT DARI SANT SISTEM BINGKAIBalai Besar Kerajinan dan Batik ( BBKB ) Yogyakarta adalah instansi pemerintah di bawah Departemen Perindustrian yang mempunyai tugas dan fungsi melakukan penelitian dan pengembangan di bidang kerajinan dan batik. Disamping itu BBKB juga memberikan pelaya
2010PENINGKATAN SISTEM DAN PERUMUSAN, PENETAPAN DAN MUTU SNIUntuk tahun anggaran 2010 ini telah dilakukan penyusunan rancangan konsep SNI (RSNI) tentang tekstil kerajinan tritik atau sasirangan, tekstil kerajinan jumputan, tekstil kerajinan tenun, batik dan tekstil bermotif batik sebanyak 8 (delapan) judul yaitu
2010PENELITIAN TEKNOLOGI BAMBOO CHARCOAL UNTUK PRODUK KERAJINANProses pengarangan terjadi bila ada suatu benda yang dipanasi sampai mencapai titik bakarnya sehingga benda terlihat membara, kemudian pemasukan oksigen dihentikan atau dibatasi agar benda tersebut tidak terbakar menjadi abu. Untuk melakukan uji coba pene
2010PENELITIAN TEKNIK PEWARNAAN ENCENG GONDOK, AGEL, PANDAN DAN PURUN DENGAN ZAT WARNA ALAMEnceng gondok, Agel, Pandan dan Purun banyak tumbuh di Indonesia dapat digunakan sebagai barang kerajinan merupakan serat alam non tekstil dapat diwarna dengan menggunakan pewarna alam namun untuk masing – masing sant tersebut mempunyai daya serap terhada
2010PENELITIAN EFISIENSI PEWARNAAN PADA TRITIK JUMPUTAN DENGAN ZWA SECARA SIMULTANIndustri kerajinan merupakan salah satu industri unggulan dari Industri Mikro Kecil dan Menengah (IMKM) sebab sebagaian besar bahan baku banyak tersedia di sekitar dan proses pembuatannya pun sederhana yang sepenuhnya tergantung dari kreativitas perajin.
2010APLIKASI MOTIF BATIK UNTUK BUSANA / PENGEMBANGAN PRODUK BATIK DESA BAKARAN KABUPATEN PATIPengolahan budaya pesisir yang telah didapat dari berbagai sumber dikerjakan dengan melalui pengamatan terhadap bentuk, garis, warna, keseimbangan, dan unsur-unsur rupa lainnya. Budaya pesisir ini diredesain untuk mencari keseimbangan dalam proporsi suatu
2010PENELITIAN EFISIENSI PEWARNAAN PADA TRITIK JUMPUTAN DENGAN ZWA SECARA SIMULTANIndustri kerajinan merupakan salah satu industri unggulan dari Industri Mikro Kecil dan Menengah (IMKM) sebab sebagaian besar bahan baku banyak tersedia di sekitar dan proses pembuatannya pun sederhana yang sepenuhnya tergantung dari kreativitas perajin.