BA

Yakin Batikmu Asli?

Batik, warisan budaya adiluhung Indonesia. Kain yang telah menjadi identitas kebanggan bangsa indonesia. Eksotisme batik telah menyihir semua kalangan masyarakat di semua pelosok negeri, bahkan ke manca negara. Memang begitulah batik. Keindahan motif dan coraknya membuat setiap hati ingin memiliki dan membalutkannya sebagai pakaian. Paduan warnanya selalu memikat mata untuk selalu memandang. Kedalaman makna filosofis batik selalu mengilhami dan menginspirasi pemakainya untuk menerjemahkannya dalam laku kehidupan.

Kini batik telah beranjak dari produk kerajinan dan budaya yang diproduksi dalam jumlah terbatas, menjadi produk industri yang diproduksi secara massal. Jumlah permintaan akan kain batik terus meningkat sehingga mulai membanjir kain tiruan batik. Membanjirnya kain tiruan batik ini membuat masyarakat kebingungan. Orang awam kesulitan untuk membedakan kain batik dan tiruan batik. Sering kali masyarakat merasa tertipu, karena membeli kain yang tidak sesuai ekpektasi. Penginnya beli batik, dapetnya tiruan batik.

Mengenal Batik

Ada baiknya kita mengenal kain batik asli menurut SNI. Menurut SNI 0239 :2014, setidaknya ada 4 kriteria, agar kain itu disebut kain batik. Pertama, batik adalah sebuah kerajinan tangan, artinya sebagain besar proses pembuatannya dikerjakan secara manual. Kedua, penggunaan malam (lilin batik) sebagai perintang warna. Kedua, pelekatan malam harus menggunakan canting tulis (hasilnya disebut sebagai batik tulis), menggunakan canting cap (hasilnya disebut sebagai batik cap) atau kombinasi keduanya (hasilnya disebut sebagai batik kombinasi). Keempat, motif memiliki makna tertentu. Jika merujuk pada kriteria di atas, maka suatu kain yang tidak memenuhi keempat kriteria tidak dapat disebut sebagai kain batik, melainkan kain tiruan batik.

Mengenal Tiruan Batik

Setelah tahu tentang batik, kita juga perlu tahu macam-macam kain tiruan batik. Kain tiruan batik diantaranya print warna, cabut warna, print malam dingin serta print mesin. Print warna, cabut warna, print malam dingin ketiga tenik ini menggunakan teknik sablon pada proses pembuatannya. Hal yang membedakan adalah meterial yang disablonkan. Pada teknik print warna, meterial yang disablokan adalah zat warna (cat). Pada teknik cabut warna, kain yang sudah berwarna disalon dengan cairan bleaching, sehingga muncul motif putih. Pada teknik print malam dingin, teknik sablon digunakan untuk melekatkan lilin dingin pengganti malam, sehingga hasilnya sangat mirip dengan batik.

Batik Analyzer

Di era Industri 4.0 ini Batik Analyzer adalah salah satu solusi atas permasalahan pembedaan batik dan tiruan dengan mengusung teknologi artificial intelligence. Batik Analyzer adalah sebuah aplikasi besutan BBKB yang ditamam dalam perangkat mobile. Aplikasi ini dapat membedakan kain batik dan kain tiruan hanya dengan menganalisa foto hasil jepretan perangkat mobile. Dalam hal ini sistem artificial intelligence yang telah ditanam dalam aplikasi bertanggungjawab dalam menganalisa foto. Jika pembaca  menginginkan akurasi yang lebih tinggi kita bisa menambahkan mikroskop digital untuk proses pengambilan foto. Sampai saat ini akurasi aplikasi ini rata-rata 75%. Untuk dapat menggunakan aplikasi ini, pembaca masih harus bersabar karena aplikasi ini masih dalam versi beta. Aplikasi ini masih terus dikembangkan hingga didapat nilai akurasi diatas 90%. Setelah akurasi di atas 90% aplikasi ini baru dapat digunakan secara umum oleh masyarakat luas.

Link Download Aplikasi Batik Analyzer versi Beta (Uji Coba):

https://s.id/bbkb_batik_analyzer

Catatan Penting:
Aplikasi ini masih dalam tahap uji coba (Beta Version)
, segala macam akibat yang ditimbulkan atas penggunaan aplikasi ini menjadi tanggung jawab pengguna. Balai Besar Kerajinan dan Batik tidak memberikan jaminan apa pun, baik tersurat maupun tersirat, untuk kesesuaian atau kegunaan dari aplikasi ini.

Bagikan di Media Sosial Anda